Mengamankan Aplikasi dari Reverse Engineering dengan ProGuard

Sebagai seorang pemula yang berkecimpung di dunia pemrograman android, saya baru tahu ternyata di Android terdapat fitur ProGuard. Salah satu fitur yang dapat digunakan untuk memproteksi aplikasi android (APK) dari reverse engineering. Apa itu reverse engineering, silahkan baca di wikipedia. Kalau menurut halaman resmi android, fungsi proguard yaitu

The ProGuard tool shrinks, optimizes, and obfuscates your code by removing unused code and renaming classes, fields, and methods with semantically obscure names. The result is a smaller sized .apkfile that is more difficult to reverse engineer. Karena ProGuard membuat aplikasi susah di reverse engineer, maka akan membuat aplikasi anda sulit untuk di integrasikan sistem lisensi google play atau hal yang berhubungan sensitif soal security. Oleh sebab itu, secara default ProGuard tidak di enable, kita harus mengenable sendiri jika aplikasi kita ingin dilindungi dengan ProGuard.

Selain membuat aplikasi kita aman dari reverse engineering, ProGuard juga membuat aplikasi kita lebih ramping, dari percobaan yang sudah saya coba, aplikasi dengan proguard lebih kecil selisih 1Mb. Hal itu dikarenakan ProGuard membuang kode yang tidak digunakan (Seperti comment / dokumentasi di dalam kode) dan melakukan rename class, field dan method menjadi nama yang susah di baca.

Cara Mengaktifkan ProGuard

Untuk mengaktifkan ProGuard caranya cukup gampang, silahkan ikuti langkah langkah berikut ini.

  1. Buka Project kamu
  2. Buka build.gradle (Module: app)
  3. Cari kode seperti ini
  1. Rubah bagian

Menjadi

  1. Lakukan Sync Gradle kembali Setelah ProGuard aktif, saat kamu melakukan build relase, maka output apk kamu sudah terlindungi dengan ProGuard.